Laga Persija kontra Persib kerap kali disebut sebagai partai klasik alias el clasico. Namun tampaknya pemain senior Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, tidak setuju dengan anggapan tersebut.
Pesepakbola yang juga merupakan legenda timnas Indonesia itu punya alasan tersendiri. Bahkan menurut Bepe, Persija Jakarta dan Persib Bandung tidak layak disebut sebagai rival. Mengapa demikian?
Dilansir dari bambangpamungkas20.com (24/06/2018), rekor penonton terbanyak di Liga Indonesia sejauh ini tercipta dalam laga final kompetisi perserikatan saat Persib Bandung bertemu PSMS Medan pada Sabtu, 23 Februari 1985. Kala itu, diperkirakan sekitar 150.000 pasang mata memadati Stadion Utam Gelora Bung Karno.
Berdasarkan data tersebut, Bambang Pamungkas sepakat bahwa laga klasik di pentas sepakbola tanah air adalah Persib Bandung vs PSMS Medan. Bukan Persib kontra Persija.
Lebih lanjut, Bepe juga menjelaskan mengapa Persija dan Persib tidak layak disebut sebagai rival. Dari 38 pertandingan yang mempertemukan kedua tim. Persija mampu memenangi 16 laga, sementara Persib hanya mencatatkan 6 kemenangan, sedangkan 16 laga lainnya berakhir seri.
Data tersebut menunjukkan bahwa Persija lebih dominan dibanding Persib. Hal itulah yang membuat Bepe tidak setuju jika kedua tim disebut sebagai rival. Bambang Pamungkas lebih sepakat jika duel Persija kontra Persib disebut sebagai duel "sarat gengsi".
Bagaimana menurut sobat UCers? Apakah kalian sependapat dengan Bambang Pamungkas?
Sumber


