Ya, keduanya begitu merana saat menghadapi Maroko dan Iran. Memang, masih ada peluang bagi keduanya untuk tersingkir di partai pamungkas.
Sebab, hingga laga kedua, persaingan di papan klasemen Grup B begitu ketat.
Hingga pertandingan kedua, masih ada peluang Spanyol dan Portugal tersingkir. Meski berat, Maroko yang menempati posisi juru kunci sebenarnya masih punya peluang.
Setidaknya, mereka harus mencetak tiga gol ke gawang Spanyol. Fakta tersebut melecut semangat juang para pemain Maroko.
Mereka sukses mencetak gol lebih dulu lewat Khalid Boutaib di menit 14. Gol Maroko membuat La Furia Roja tersentak.
Empat menit berselang, Spanyol membalasnya. Posisi menjadi imbang, tapi Spanyol bermain begitu tertekan. Puncaknya, pada menit 81, Youssef En Nesyri kembali membawa Maroko unggul.
Kondisi ini sebenarnya sudah membuat Spanyol aman. Mereka bisa saja lolos dengan status runner up karena di pertandingan lain Portugal unggul atas Iran, 1-0.
Namun, Spanyol selamat dari kekalahan setelah terjadi kontroversi di masa injury time. Gol Iago Aspas disahkan setelah wasit memantau tayangan ulang lewat video assistant referee.
Pengecekan ulang wasit dilakukan usai para pemain Maroko protes lantaran merasa Aspas telah terjebak dalam posisi offside. Tapi, dalam tayangan ulang, protes tersebut tak terbukti.
Usai laga, para pemain Maroko masih terlihat begitu kesal dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol Aspas.
Pemain Maroko, Nordin Amrabat, bahkan melontarkan kata-kata kotor ke kamera televisi. Secara terang-terangan, Amrabat menyebut VAR sebagai sebuah sistem paling tak berguna dari FIFA.
"VAR is b******t," teriak Amrabat.
Beda dengan anak-anak asuhnya, pelatih Maroko, Herve Renard, malah bersikap kalem. Menurut Renard, apa yang dialami para pemainnya merupakan proses dalam pendewasaan skuat.
"Piala Dunia kali ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya datang untuk belajar dan kami mendapatkan pelajaran yang besar setelah melakoni tiga pertandingan," kata Renard dilansir Express.
"Kami harus bangga masih memiliki peluang lolos hingga hari terakhir. Tapi, kami harus bangga dengan apa yang dicapai dan sudah dikerjakan," lanjutnya.
Kontroversi dalam kelolosan Spanyol benar-benar menyita perhatian dunia. Komentator Leon Osman bahkan menyebut sebenarnya Spanyol pantas kalah. Namun, VAR telah menyelamatkan muka Spanyol.
"Maroko lebih bagus, performanya luar biasa. Kelemahan Spanyol, benar-benar mereka kupas dan seharusnya mereka bisa menang. Sayang, keberuntungan tak berpihak kepada mereka," kata Osman. (ase)
Sumber





